hempasan angin dan deburan krikil tajam yg menerjang langkahku seolah tak berarti, walau laju ku ini terseok karena uzurnya roda namun ku tetap merayap menyusuri jalan ini dgn pasti dan penuh harapan.. namun sejenak langkahku terhenti, tertegun lamunku membayangkan dia si bokong semox... dalam angan ku berselancar... "jancoox, kawin rek!??" enak E, ck ck ck, mbathi yo seng ape encep the wook ba mu... Zo Opo razaE eo?? Wkwkwkwkkk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar